Awal Juli, Kartu Keluarga dan Akta Kelahiran di Kalimantan Utara Dicetak di Kertas HVS 80 Gram

Awal Juli, Kartu Keluarga dan Akta Kelahiran di Kalimantan Utara Dicetak di Kertas HVS 80 Gram

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR- Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kalimantan Utara (Kaltara), Sumaji mengatakan, dokumen kependudukan dalam waktu dekat bakal menggunakan kertas HVS 80 gram berwarna putih, terutama dokumen kependudukan, seperti kartu keluarga (KK) dan akta kelahiran.

Sedangkan KTP elektronik dan kartu identitas anak (KIA) masih menggunakan blangko yang telah disiapkan oleh Disdukcapil.

Penggunaan kertas HVS 80 gram berwarna putih merupakan implementasi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 109 Tahun 2019.

Itu efektifnya berlaku 1 Juli 2020, dokumen kependudukan itu menggunakan kertas HVS 80 gram berwarna putih. Sebenarnya sudah banyak daerah di Indonesia yang menerapkan hal itu.

Kalau di Kaltara, sementara ini masih Kota Tarakan yang menerapkan, daerah lainnya efektif berlaku mulai 1 Juli 2020," kata Sumaji kepada TribunKaltim.co, Jumat (19/6/2020).

Sumaji menambahkan, untuk daerah lainnya di Kaltara, saat ini mereka masih memiliki blangko KK dan akta kelahiran.

Jika akhir bulan ini stok blangko telah habis, maka bisa langsung beralih ke kertas kertas HVS 80 gram berwarna putih pada awal Juli mendatang.

"Sudah kita sosialisasikan kepada Disdukcapil kabupaten dan kota. Saya kira Disdukcapil kabupaten dan kota semua sudah siap menerapkannya awal Juli nanti," ujarnya.

Sumaji mengatakan, penggunaan kertas kertas HVS 80 gram berwarna putih merupakan inovasi Kementerian Dalam Negeri khususnya Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk mempermudah pelayanan administrasi kependudukan.

Apalagi jika masyarakat yang hendak mengurus administrasi kependudukan, seperti KK dan akta kelahiran berada di wilayah pelosok.

Tentunya, kata dia, warga tersebut membutuhkan waktu demi pengurusan administrasi kependudukan.

"Kekuatan hukumnya itu sama saja, baik yang dicetak di kantor maupun dicetak masing-masing oleh warga menggunakan kertas kertas HVS 80 gram berwarna putih.

Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, dengan kekuatan hukum dokumen kependudukan yang menggunakan kertas kertas HVS 80 gram berwarna putih," tuturnya. (*)